©2018 by Guswin. Proudly created with Wix.com

Atap joglo ditopang oleh empat tiang utama yang disebut Soko Guru.  Jumlah ini mewakili adanya kekuatan yang dipercaya berasal dari empat penjuru mata angin. Berdasarkan konsep spiritual ini, manusia berada di tengah perpotongan keempat arah mata angin tersebut. Suatu tempat yang  konon mengandung getaran magis tingkat tinggi. Titik perpotongan ini  disebut juga sebagai Pancer atau Manunggaling Kiblat Papat.

Ada tiga bagian dalam susunan rumah joglo.

Pendapa adalah ruang pertemuan yang disebut pendapa. Kedua adalah ruang  tengah yang disebut pringgitan dan ketiga adalah ruang belakang (dalem)  yang berfungsi sebagai ruang keluarga. Pendapa ini terletak di depan. Dibuatnya  tanpa dinding, karena berkaitan dengan karakter orang Jawa yang ramah  dan terbuka. Ruangan menerima tamu ini biasanya tidak diberi meja  ataupun kursi, hanya tikar yang digelar agar antara tamu dan tuan rumah  dapat berbicara dalam kesetaraan.

Pringgitan Rumah Joglo,Bagian pringgitan adalah tempat dimana  pemilik rumah menyimbolkan diri sebagai bayang-bayang Dewi Sri. Dewi padi ini dianggap sebagai sumber segala kehidupan, kesuburan dan kebahagiaan. Terletak antara pendapa dan dalem, pringgitan digunakan sebagai tempat untuk menggelar pertunjukan wayang yang berkaitan dengan  upacara ruwatan adat.

Dalem atau Ruang Utama Rumah Joglo, Dalem adalah bagian yang digunakan sebagai tempat tinggal keluarga. Di dalamnya ada beberapa kamar yang disebut senthong. Jaman dulu, senthong hanya dibuat sejumlah tiga bilik saja. Kamar pertama diperuntukkan untuk para lelaki,  kamar kedua dikosongkan dan kamar ketiga dipakai oleh para perempuan.

Kamar kedua yang kosong ini tetap diisi  dengan tempat tidur lengkap dengan segala perlengkapannya. Disebut  krobongan, ruangan kosong ini dipakai untuk menyimpan pusaka dan sebagai  ruang pemujaan terhadap Dewi Sri. Inilah bagian rumah yang dianggap  paling suci.

Rumah joglo adalah rumah tradisional Jawa yang umum dibuat dari kayu  jati. Atap Joglo berbentuk tajug,semacam atap piramidal yang mengacu  pada bentuk gunung. Dari sinilah nama joglo tersebut muncul.Istilah joglo berasal dari dua kata, 'tajug' dan 'loro' yang bermakna  'penggabungan dua tajug'.

Bentuk atap tajug ini dipilih karena  menyerupai bentuk gunung. Sedangkan masyarakat Jawa meyakini bahwa gunung merupakan simbol segala hal yang sakral. Diantaranya adalah  karena gunung merupakan tempat tinggal para dewa.

Show More

Gallery Joglo, Gazebo & Rumah Kayu

di Joglo Alit kami memahami keinginan pelanggan dan mitra kami, sebagai penikmat dan pencinta budaya jawa, pengalaman, pengetahuan dan pemahaman kami tentang seni arsitektur jawa yang memadukan alam dan bangunan dalam harmoni yang tertata, membuat kami mampu memberikan ide dan desain yang sesuai dengan kepirbadian dan harapan anda.

 

Kami memberikan jasa dan layanan yang berbeda dengan yang lain, kami tidak hanya sekedar membangun rumah namun kami memberikan nulai lebih untuk sebuah bangunan hunian yang layak, artistik, nyaman, aman dan tente saja berkelas untuk pelanggan kami

 

Kami juga melayani jual beli rumah joglo, rumah limasan, rumah kayu, gebyok, gazebo baik yang antik ( lawasan ) maupun yang baru, sangat cocok untuk hunian modern, penginapan, rumah makan, pendopo dan lainnya.

Untuk införmasi dan penawaran silahkan email kami ke : thewinarkos@gmail.com atau kontak 08128622299